Pusat Jajanan Pinggir Jalan Sukabumi

Sumber: bubuh.id
Pusat jajanan pinggir jalan Sukabumi - Sukabumi terkenal karena Mochi Sukabuminya tak asing terdengar dimana-mana. Wisata alamnya pun tidak kalah menakjubkan serta tak kalah luar biasa dengan kota-kota lainnya. Selain Pelabuhan Ratu yang sering dikunjungi orang-orang, banyak destinasi alam seperti geopark, jembatan panjang. Jembatan terbentang jauh ini dinyatakan sebagai jembatan terpanjang se-Asia. 

Tidak kalah menarik makanan-makanan serta tempat kuliner di kota Mochi ini memiliki banyak keunikan serta menggugah selera tersebar dimana-mana. Salah satu tempat terkenal di kota Sukabumi, sebagai tempat nongkrong sekaligus tempat jajan paling sering dan banyak dikunjungi orang-orang adalah pusat jajanan Dago. Terletak di Jl. Ir. H. Djuanda, serta tempatnya begitu strategis yakni di pusat pendidikan serta pusat pemerintahan kota Sukabumi. 

Sepanjang jalan, di pusat jajanan Sukabumi yang akan ditemui adalah para pedagang. Mulai dari pedangan asongan,  kaki lima,  bahkan kios-kios terbuka sepanjang jalan. Tersedia makanan camilan seperti cilok, cimol, cireng, papeda, cireng, sosis telur, dan lainnya. Makanan-makanan untuk menghilangkan rasa lapar juga ada. Kios-kios dominan di sebelah kiri bahu jalan menjual makanan berat. Makanan dalam negeri bahkan internasional pula mulai menjalar sebagai referensi, supaya tidak bosa dengan menu hanya itu-itu saja. 

Seperti bakso,  mie ayam,  nasi goreng, ramen, makanan ala-ala Korea pun tak luput dari Dago. Bukan hanya itu, minuman segar siap melenyapkan dahaga. Minimunan tengah hits seperti Jelly Potter, Thai Tea,  dan lainnya tersedia semuanya.

Pengunjung pusat jajanan Sukabumi beragam. Anak-anak sekolah,  anak kuliahan,  bahkan bapak-bapak,  ibu-ibu, remaja-remaja mengunjungi tempat ini untuk mengenang jajanan di masa lalu, mencoba makanan atau minuman yang sedang hits atau baru. Hal paling menarik perhatian adalah harga makanan di sini sangat murah. Sesuai dengan kantongnya para pelajar.  Dibandrol dari harga Rp. 1000 sampai puluhan ribu saja. Murah, enak, dan tidak ketinggalan zaman pastinya. 

Pedagang-pedang di Dago pintar dalam membaca situasi serta pandai mengikuti arus zaman. Mereka akan memperbaharui makanan atau minuman yang dijual. Namun,  ada beberapa juga yang tetap setia pada jualannya. Seperti pedagang Mie Ayam,  Bakso, Seblak mereka tetap dengan dagangan yang sama. Karena,  memang beberapa makanan ini tidak lekang oleh waktu. Memiliki penggemarnya tersendiri sejak dulu. 

Pusat jajanan Sukabumi, lumayan memiliki nama dikalangan masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat mencari makanan,  melainkan mengisi waktu luang, menghabiskan malam minggu bagi para muda-mudi Sukabumi. Tempat nongkrong istilahnya. 

Jalan Dago sendiri ramai sekali pengunjung pada hari-hari biasa terlebih saat hari libur tiba. Pengunjungnya kebanyakan anak-anak sekolah. Namun,  dikarenakan virus corona tengah menyerang seluruh dunia,  bukan hanya Indonesia. Pusat jajanan menjadi sepi. 

Para pedangang pusat jajanan Sukabumi mengaku bahwa pemasukan hariannya menjadi berkurang. Salah satu pedang mencurahkan isi hatinya, yang biasa ketika jam istirahat jualannya ramai diserbu anak-anak,  menurun drastis. Akibat libur digalakkan pemerintah pusat. Omset menjadi turun memberi dampak buruk terhadap ekonomi bagi para pedang kecil seperti mereka. Dago menjadi tidak seperti biasanya. 

Hal ini,  menjadi keluhan utama. Tetapi, beberapa muda-mudi Sukabumi masih setia membeli di sana dengan alasan Sukabumi belum masuk zona merah penyebaran virus COVID-19 ini. Para pedagang mulai menjaga jarak dengan satu pedang lain. Bahkan ada yang memilih mengiderkan demi tercapainya omset harian untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Itulah informasi seputar pusat jajanan Sukabumi, semoga menambah wawasan juga bermanfaat. Tetap jaga kesehatan dan diam di rumah demi memutus rantai penyebaran virus. 

No comments