Cara Perusahaan Teknologi Menangkal Berita Hoax Wabah Virus Corona

Awal tahun 2020 Wabah Virus Corona menjadi berita yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Khususnya yang saat ini sedang terjadi di negara Asia Timur khususnya China bahkan sudah mulai menyerang juga indonesia. Virus Corona merupakan virus jenis baru awalnya muncul dan menyebar  negara China tepatnya di kota wuhan.

Beberapa kabar beredar menyebutkan bahwa virus tersebut dari dari fauna yaitu Kelelawar & Ular yg pada makan secara brutal sang rakyat di sana.

Informasi terjadinya wabah virus corona mulai menyebar sangat cepat di banyak sekali negara, bahkan timbul fakta hoax yang tengah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat sekitar bahwa virus corona menyebar lewat hp xiaomi, & Smartphone lain buatan cina yg menciptakan para penggunanya menjadi semakin galau & was-was.

Berita hoax atau berita palsu yg tersebar menciptakan perusahaan teknologi ikut turun tangan untuk menangkal informasi hoax tadi dan mengurangi fakta kebohongan yang dipercaya merugikan baik perusahaan & pula masyarakay. Lalu bagaimana cara perusahaan teknologi Raksasa seperti Google, Facebook & lain-lain pada menangkal berita hoax dan mengatasinya ? Yuk kita cari tau jawabannya lewat artikel ini.

Cara Perusahaan Teknologi Menangkal Berita Hoax Wabah Virus Corona

Banyaknya warta hoax yang disebarkan sang oknum-oknum tidak bertanggung jawab rupanya memunculkan pihak-pihak yg memiliki wewenang buat meminimalisir kondisi ini. Untungnya beberapa Perusahaan Teknologi tadi memiliki cara sendiri buat menangkal keterangan penyebaran hoax

1. TikTok

Menjadi salah satu media sosial yang sangat terkenal pada waktu ini tentu menciptakan banyak orang ramai-ramai menggunakan Tik Tok, bahkan ada jua yg menyalah pakai pelaksanaan yang lagi naik daun ini buat menyebar berita hoax dalam pelaksanaan ini.

Tapi untungnya perusahaan ini memiliki cara buat menangkal penyebaran keterangan hoax. TikTok kabarnya telah menambahkan fitur link menuju website resmi World Health Organization (WHO) bagi para pengguna yang mencari konten video berkaitan dengan Virus Corona pada pelaksanaan tiktok.

Selain itu, Tiktok juga menyarankan kepada para pengguna buat melaporkan jika ada konten tiktok yang melanggar guidelines & bersifat membahayakan.

2. Facebook

Facebook yang diluncurkan pada Februari 2004 kemudian yg dimana sekarang ini memiliki jumlah pengguna yg bisa dibilang tidak sedikit (1 milyar lebih aktif),, rupanya perusahaan ini sangat antusias dalam memerangi penyebaran fakta hoax.

Kabarnya perusahaan ini memakai indera Fact-Checker buat mereview dan menekan penyebaran keterangan hoax yang dilakukan sang penggunanya.

Selain itu perusahaan ini jua menambahkan fitur yg dimana pengguna akan menerima sebuah notifikasi apabila terdapat pengguna yang terdeteksi membuatkan kabar palsu.

3. Twitter

Perusahaan teknologi yang lainnya pun ikut serta pada menangkal berbagai berita hoax. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka semakin cepat juga penyebaran warta ke seluruh penjuru global hanya melalui gadget

Perusahaan ini pun membuat sebuah fitur dimana apabila seseorang pengguna sedang mencari sebuah keterangan yg sedang viral, maka fitur ini bekerja misalnya halnya menampilkan data yang terpercaya saja. Akan namun para pengguna permanen dihimbau supaya selalu waspada pada mencerna kabar dan supaya nir salah tangkap./terjerumus kedalam kabar hoax

4. Youtube

Youtube merupakan perusahaan yang sedang mencapai zenit kejayaanya di jaman ini. Seiring berkembangnya jaman, penggunanya menjadi semakin poly hanya pada kurun ketika yang singkat semenjak orang-orang mulai membentuk uang menggunakan cara mengunggah video

Perusahaan ini rupanya sudah melakukan antisipasi lebih awal dalam penyebaran fakta hoax. Perusahaan ini menambahkan fitur spesifik , apabila pengguna sedang mencari berita, maka youtube akan menampilkan informasi & akan menaruh sebuah saran ke pengguna buat menentukan sumber fakta yg terpercaya.

5. Google

Perusahaan terakhir yg berusaha menangkal penyebaran berita warta hoax adalah Google. Perusahaan ini dipimpin oleh Sundar Pichai. Google adalah platform yg paling digemari pada mencari fakta bahkan hampir sebagian besar rakyat kita memakai mesin pencari google dalam mencari informasi

Para Pengguna internet yang sedang mencari liputan memakai layanan google search, maka google akan menyuguhkan semua infromasi bahkan ada juga warta yg terkait, akan tetapi pengguna permanen dihimbau buat mencari sumber fakta yang terpercaya.

Demikian 5 cara perusahaan teknologi dalam menangkal fakta hoax yang sedang marak pada waktu ini. Jika anda sedang mencari keterangan, alangkah baiknya kalian cari pada tempat yg terpercaya beserta asal yang lebih kentara.

No comments