Dua Sahabat Sejati ( Jokowi - Ahok )

Selamat datang di blog Blog kami. Dua Sahabat Sejati ( Jokowi - Ahok ). Ahok sudah resmi diangkat jadi Komisaris Utama Pertamina, Ahok ditunjuk oleh Menteri BUMN dan direstui atau disetujui oleh Presiden Jokowi, tanpa persetujuan dari Presiden Jokowi maka Ahok tidak akan bisa menjabat Komisaris Utama Pertamina.

Presiden Jokowi setuju dengan pengangkatan Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina bukan karena karena Ahok adalah sahabatnya, tetapi Presiden Jokowi yang pernah sebagai Gubernur & Ahok wakilnya sangat tahu bahwa Ahok itu sangat nasionalis jauh diatas mereka yang mengaku-ngaku demo bela kepercayaan itu & lain sebagainya, akan tetapi Ahok berintegritas, cerdas, tegas, jujur, anti korupsi, jujur & tidak takut/pemberani .

Baca Juga : Ahok Jalankan Tugasnya menggunakan Ajaran Islam

Presiden sudah tahu betul di Pertamina itu ada Gang mafia, sarangnya korupsi, maka dari itu Presiden Jokowi dengan menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama sudah tepat, Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Eric Thohir berharap Ahok sebagai pendobrak , maka dari itu Presiden Jokowi dan Eric Thohir tidak mundur meskipun ada penolakan dari serikat kerja dan bicara sinis dari beberapa partai tentang akan diangkatnya Ahok sbg pejabat penting Pertamina , negara tidak boleh kalah dan ini awal dari kemenangan.

Setelah sebelumnya Presiden Jokowi menolak mengeluarkan Perpu KPK yg sudah direvisi, meskipun didemo mahasiswa & ramai dihujat pada TV dan sekarang Presiden Jokowi permanen mempertahankan Ahok & Ahok telah resmi sebagai Komisaris Utama Pertamina, meskipun terdapat penolakan berdasarkan perkumpulan kerja dan ramai pendapat pada TV yang menghina, yg melecehkan, namun Presiden Jokowi tetap sedikitpun nir berubah dengan pendiriannya , kenapa ?

Pada 9/5/2019 Presiden Jokowi menyatakan bahwa : " Lima tahun kedepan, mohon maaf, saya sudah enggak ada beban. Saya sudah enggak nyalon lagi. Jadi apapun yang terbaik buat negara akan saya lakukan ". Itulah jawabannya.

Dan tugas terberat Ahok adakah memberantas para mafia Pertamina, mari kita dukung Presiden Jokowi dan Ahok , 2 sahabat hebat ini.

Setelah kemarin Menteri BUMN Eric Thohir menyatakan bahwa Ahok telah resmi menjadi Komisaris Utama Pertamina, maka ramai kembalilah hujatan kepada Presiden Jokowi dan Ahok, salah satu hujatan tersebut tiba menurut DPP Gerinda IS yg menyatakan : " Tak habis pikir menggunakan langkah Presiden Jokowi lewat Eric Tohir yg nekad membuahkan Ahok menjadi komisaris primer di Pertamina, tak habis pikir beberapa hari ini publik bertenaga menolak Ahok masuk pertamina ".

Pernyataan-pernyataan yg sinis, memprovokasi, mengadu domba, memecah belah yang seperti ini poly adanya, mereka mengatas namakan rakyat padahal rakyat sendiri poly yg bahagia Ahok jadi Komisaris primer dipertamina.

Partai Gerinda ini, termasuk Pekaes dan yang lainnya pura-pura lupa bahwa M.Taufik itu yang mantan narapidana koruptor itu, pernah dihukum 18 bulan penjara karena terbukti korupsi pengadaan Pemilu 2004 saat menjabat ketua komisi pemilihan umum DKI JKT 2003-2008, divonis pada 27 April 2004 dinyatakan bersalah merugikan negara sebesar 488 juta dan dihukum selama 18 bulan penjara, setelah keluar penjara gabung dengan Gerinda jadi calon legislatif dan berhasil terpilih, kemudian dia menjadi wakil ketua DPRD Jakarta dan kemudian pada Pemilu 2019 dia menjadi calon legislatif lagi dan terpilih lagi, kemudian ditunjuk partainya lagi untuk menjadi wakil ketua DPRD lagi.

Apakah ada yg demo/ramai memprotes ? Malah oleh Gerinda dia dibela habis2an , itulah politik munafik.

Tommy S mantan napi otak pembunuhan Hakim Agung yg dihukum 15 tahun penjara itu, mendirikan Partai, menjadi calon legislatif ( meskipun gagal ), adakah yg demo/ramai memprotes, malah mereka bela, malah mereka rangkul , itulah politik munafik, politik bejadnya moral.

Negara nir boleh takut, negara nir boleh kalah & ini merupakan awal menurut kemenangan & wajib dipertahankan.

  • Dua sahabat. Dua pemimpin hebat. Cerdas, tegas, amanah, jujur, pemberani, tulus ikhlas bekerja untuk rakyat.
  • Dua sahabat. Dua pemimpin hebat. Pekerja keras, kerja nyata utk rakyat.
  • Dua sahabat. Dua pemimpin hebat. Penjaga uang rakyat, tetapi dimusuhi para perampok uang rakyat.
  • Dua sahabat. Dua pemimpin hebat. Dicintai rakyat, tetapi dimusuhi para mafia, para penjual agama dan kadrun keparat.
  • Dua sahabat sejati.
  • Dua pemimpin sejati.
  • Dua pemimpin pemberani.
  • Dua pemimpin nasionalisme sejati.

Selamat bekerja , memberantas mafia , membangun negeri ini.

No comments