Istilah Terkait Virus Corona dan COVID- 19!!! Wajib Tau.

Selamat datang di blog Blog kami. Istilah-Istilah yg Berkaitan dengan COVID-19. Ditengah merebaknya wabah infeksi virus Corona (COVID-19), muncul  pula beragam istilah yang jarang sekali kita semua dengar yang berkaitan dengan penyakit Corona, mulai dari social distancing, lock down, hingga PDP. Agar sobat tidak bingung, bacalah artikel ini hingga akhir untuk mengetahui arti dari istilah-istilah tersebut.

Saat ini, semua negara tengah diguncangkan sang mewabahnya COVID-19. Bagaimana tidak, penyakit yang disebabkan sang coronavirus jenis modern ini sudah memakan ribuan korban jiwa dan ratusan ribu orang telah terinfeksi. Sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Corona, pemerintah menganjurkan rakyat buat melakukan social distancing.

Istilah-Istilah yg Berkaitan dengan COVID-19

'Social distancing' hanyalah keliru satu berdasarkan sekian poly istilah terkait virus Corona yg bermunculan dalam pandemi COVID-19. Untuk lebih tahu kata-istilah yang berhubungan dengan COVID-19 tersebut, simak ulasan dibawah ini:

1. Social distancing

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), arti kata ?Social distancing? Atau ?Pembatasan sosial? Merupakan upaya yg di lakukan buat menghindari tempat umum, menjauhi keramaian, dan menjaga jeda optimal antar sesama dua meter berdasarkan orang lain. Dengan adanya jarak, penyebaran penyakit ini diperlukan bisa berkurang & mengurangi pemuebarannya yang meresahkan seluruh warga .

2. Isolasi & karantina

Kedua istilah diatas terkait dengan virus Corona ini merujuk dalam tindakan untuk mencegah penularan virus Corona menurut orang yang sudah terpapar virus pada orang lain yang sama sekali belum terpapar.

Perbedaannya adalah, isolasi tindakan yg pada lakukan buat memisahkan orang yg sudah sakit atau sudah terinfeksi dengan orang yg tidak sakit buat mencegah penyebaran virus Corona, sedangkan karantina memisahkan & membatasi aktivitas atau aktifitas orang yg telah terpapar virus Corona tetapi belum menunjukkan gejala misalnya batuk,flu dan sesak napas.

Berbagai pakar menganjurkan karantina pada rumah dilakukan selama lebih kurang 14 hari. Selama karantina, sobat dianjurkan untuk tinggal di rumah sambil menjalani pola hidup higienis dan sehat, nir bertemu tempat tinggal orang lain atau tetangga, & menjaga jeda setidaknya 2 meter dari orang-orang yg tinggal serumah.

3. Lockdown

Istilah ?Lockdown? Berarti karantina daerah, yaitu restriksi pergerakan penduduk pada suatu wilayah, termasuk menutup akses masuk & keluar wilayah. Penutupan jalur keluar masuk dan restriksi konvoi penduduk ini dilakukan buat mengurangi kontaminasi dan penyebaran penyakit COVID-19.

4. Flattening the curve

?Flattening the curve? Atau ?Pelandaian kurva? Merupakan istilah pada bidang epidemiologi buat upaya memperlambat penyebaran penyakit menular yg dalam hal ini adalah COVID-19, sebagai akibatnya fasilitas kesehatan memiliki asal daya yang memadai bagi para penderita. Pelandaian kurva ini bisa dilakukan menggunakan social distancing, karantina, & isolasi.

Kurva mendeskripsikan prediksi jumlah orang yang terinfeksi virus Corona pada rentang waktu eksklusif. Jumlah penderita yg semakin tinggi drastis pada periode yang sangat singkat, contohnya hanya dalam ketika beberapa hari, digambarkan sebagai kurva tinggi yg sempit.

Jumlah penderita yg membeludak menciptakan penanganan tidak bisa dilakukan secara optimal. Hal ini lantaran jumlah penderita melampaui kemampuan dan kapasitas fasilitas kesehatan, contohnya jumlah tempat tidur & indera yg tersedia pada tempat tinggal sakit tidak cukup buat menangani semua pasien.

Kondisi tersebut menyebabkan taraf kematian menjadi sangat tinggi, nir hanya pada pasien COVID-19, namun jua pada pasien penyakit lain yg membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Meskipun jumlah penderitanya sama, namun apabila laju pertambahannya lebih lambat (digambarkan sang kurva yg lebih panjang & landai), fasilitas kesehatan mempunyai kesempatan buat menangani penderita menggunakan wahana & prasarana yg memadai.

Lima. Pasien dalam pengawasan (PDP) & orang dalam pemantauan (ODP)

PDP dan ODP merupakan definisi yang digunakan buat mengelompokkan individu dari:

Gejala demam &/atau gangguan pernapasanRiwayat perjalanan ke wilayah pandemi infeksi virus Corona atau tinggal di wilayah tersebut selama 14 hari terakhir sebelum gejala timbulRiwayat kontak dengan orang yg terinfeksi atau diduga terinfeksi COVID-19 dalam 14 hari terakhir sebelum gejala muncul

Secara umum, ODP & PDP sanggup dibedakan menurut gejala yg dialami. Pada ODP, tanda-tanda yang muncul hanya salah satu antara demam atau gangguan pernapasan, misalnya batuk, pilek, sakit tenggorokan, & sesak napas. Sedangkan pada PDP, sudah ada gejala demam juga gangguan pernapasan.

Terhadap PDP, dilakukan rawat inap terisolasi pada tempat tinggal sakit, pemeriksaan laboratorium, & pemantauan dalam orang lain yg mempunyai kontak erat dengan PDP tadi. Sementara ODP harus menjalani isolasi di tempat tinggal & kondisinya akan dipantau setiap hari selama 2 minggu, memakai formulir spesifik.

Apabila kondisi ODP mengalami perburukan & sudah memenuhi kriteria PDP atau output laboratoriumnya positif terinfeksi virus Corona, maka ODP tersebut harus dibawa ke tempat tinggal sakit.

6. Herd immunity

Secara harfiah, istilah ?Herd immunity? Berarti kekebalan kelompok. Herd immunity terhadap suatu penyakit sanggup dicapai dengan pemberian vaksin secara meluas atau jika telah terbentuk kekebalan alami pada sebagian besar orang pada suatu kelompok setelah mereka terpapar dan sembuh dari penyakit tadi.

Di tengah pandemi COVID-19, sebagian ahli percaya bahwa penularan virus Corona akan menurun atau bahkan berhenti sama sekali jika sudah terdapat banyak orang yg sembuh & sebagai kebal terhadap infeksi ini.

Meski begitu, sampai saat ini belum ada vaksin buat COVID-19 & untuk menunggu sampai tercapai herd immunity secara alami pun sangat berisiko lantaran penyakit ini dapat menjadikan fatal.

Nah, itu dia berbagai istilah terkait infeksi virus Corona atau COVID-19. Untuk meminimalkan risiko Anda terserang penyakit ini, patuhilah anjuran dokter & pemerintah. Selain mencuci tangan, memakai masker, dan menjalani pola hayati bersih & sehat, hindari loka-loka yg ramai atau berkumpul menggunakan banyak orang.

Pandemi COVID-19 memang mengkhawatirkan, namun setiap orang bisa membantu meringkankan syarat ini dengan melakukan kiprahnya masing-masing.

Demikianlah

No comments